
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (28/10/2026), setelah investor mencermati keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers.
Indeks S&P 500 menguat tipis 0,1%, sementara Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average bergerak di sekitar posisi penutupan sebelumnya. Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4,00%, sesuai ekspektasi pasar. Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat setelah dua pejabat bank sentral memilih kenaikan sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Dalam konferensi persnya, Kevin Warsh menyampaikan pandangan optimistis mengenai ekspektasi inflasi yang dinilai masih terkendali, sekaligus mengumumkan perubahan jadwal pertemuan Federal Reserve mulai tahun depan. Pernyataan tersebut menjadi perhatian investor yang tengah mencari petunjuk mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter pada Desember. Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan teknologi kembali menjadi penggerak sentimen Wall Street. Saham Alphabet menguat 1,6% setelah muncul kabar mengenai rencana OpenAI membeli chip komputasi kecerdasan buatan dari Google, sementara Microsoft melemah 0,5% menjelang publikasi laporan keuangan setelah penutupan perdagangan. Investor juga mencermati prospek investasi AI yang masih menjadi faktor penting bagi pertumbuhan sektor teknologi.
Saham semikonduktor mencatatkan kinerja positif setelah SK Hynix membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, sehingga meningkatkan optimisme terhadap permintaan chip global. Micron Technology melonjak 5,6%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) menguat 2,6%. Sebaliknya, saham Apple turun 0,8% meskipun perusahaan memperkenalkan MacBook Pro terbaru dengan fitur layar sentuh. Meta Platforms melemah 1,2%, sedangkan Tesla terkoreksi 1%. Pergerakan saham yang beragam mencerminkan sikap selektif investor di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga dan prospek belanja modal perusahaan teknologi. Pasar kini menantikan laporan keuangan Microsoft dan Alphabet serta perkembangan inflasi Amerika Serikat untuk menentukan arah perdagangan berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id