
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali bergerak di sekitar US$80.700 pada perdagangan Rabu (28/10), dengan penguatan sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir. BTC sempat kembali menembus US$81.000 seiring reli saham teknologi dan chip, tetapi momentum masih terbatas karena pasar menunggu keputusan The Fed.
Sentimen positif datang dari sektor teknologi setelah kinerja SK Hynix memperkuat optimisme terhadap permintaan AI. Kenaikan saham teknologi kembali mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, yang belakangan bergerak cukup erat dengan saham teknologi.
Namun, Bitcoin masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian kebijakan moneter AS. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sehingga perhatian utama beralih pada pernyataan kebijakan dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh, terutama terkait kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Secara fundamental, prospek Bitcoin mulai mendapatkan dukungan dari berkurangnya tekanan jual. Galaxy menilai fase bear market kemungkinan telah berakhir pada Juni dan Bitcoin kini memasuki fase akumulasi, sementara BTC juga telah kembali berada di atas rata-rata pergerakan 50 minggunya.
Di pasar altcoin, Ethereum berada di sekitar US$2.345, Solana sekitar US$102, XRP sekitar US$1,32, dan BNB sekitar US$756. Pergerakan mayoritas altcoin ikut mendapatkan dukungan dari membaiknya sentimen risiko, meski arah pasar masih sangat bergantung pada hasil FOMC.
Bitcoin juga masih menghadapi tantangan setelah sebelumnya turun di bawah US$80.000. Selain faktor Fed, jeda pembelian Bitcoin oleh Strategy turut menjadi sentimen yang membatasi optimisme pasar, meskipun perusahaan tersebut masih memegang sekitar 848.517 BTC per 25 Oktober.
Analisis Newsmaker: Untuk sesi AS, level US$80.000 menjadi area psikologis penting. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut setelah keputusan Fed dan mendapat dukungan dari nada kebijakan yang lebih dovish, peluang rebound dapat semakin terbuka. Sebaliknya, sinyal hawkish dari Warsh berpotensi memperkuat dolar dan imbal hasil Treasury, sehingga Bitcoin dan aset kripto lainnya kembali menghadapi tekanan.
Sumber : Newsmaker.id