
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring membaiknya sentimen investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bitcoin (BTC) berhasil menembus level US$83.000 dan sempat menyentuh kisaran US$83.500, tertinggi dalam sekitar satu pekan, setelah sebelumnya bergerak di area US$81.000. Penguatan tersebut turut diikuti Ethereum (ETH) yang diperdagangkan mendekati US$2.460, sementara Solana (SOL) bergerak di sekitar US$106 dan XRP berada di kisaran US$1,33. Pemulihan pasar kripto terjadi bersamaan dengan meningkatnya optimisme terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi Amerika Serikat, yang kembali mendorong minat investor terhadap instrumen berisiko.
Sentimen positif juga datang dari meningkatnya aktivitas investasi institusional pada aset digital. Produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat dilaporkan mencatat arus masuk bersih sekitar US$526,7 juta pada perdagangan Senin, menjadi salah satu indikasi bahwa permintaan terhadap Bitcoin masih terjaga. Selain itu, perkembangan industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan mengenai pembahasan potensi merger antara SpaceX dan Tesla. Namun, pemulihan kripto masih menghadapi tantangan dari lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Tingginya harga energi berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi Federal Reserve dan membatasi aliran likuiditas menuju aset digital.
Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026, serta perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober memberikan ruang bagi pemulihan sentimen, meskipun risiko kenaikan suku bunga pada Desember masih membayangi pasar. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin berupaya mempertahankan momentum penguatannya, sementara Ethereum dan sejumlah altcoin mulai menunjukkan pemulihan. Jika sentimen terhadap aset berisiko terus membaik, pasar kripto berpeluang melanjutkan kenaikan. Namun, ketidakpastian kebijakan moneter dan konflik geopolitik masih berpotensi memicu volatilitas dalam perdagangan berikutnya.
Point of View Newsmaker
Penguatan Bitcoin menuju US$83.500 menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto mulai pulih, tetapi belum cukup untuk memastikan terbentuknya tren bullish yang berkelanjutan. Kenaikan ini masih sangat bergantung pada sentimen pasar saham teknologi, arus dana institusional, serta ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
Dari sisi teknikal, Bitcoin menghadapi area resistance penting di US$84.000. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, peluang penguatan menuju US$85.000–86.000 dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi memicu aksi ambil untung dan membawa harga kembali menguji support US$82.000 hingga US$80.500. Kisaran tersebut merupakan skenario teknikal, bukan kepastian target harga.
Kesimpulan Newsmaker: Pasar cryptocurrency menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek, dengan Bitcoin kembali memimpin penguatan. Namun, lonjakan harga minyak dan ancaman suku bunga tinggi The Fed masih menjadi risiko utama. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$82.000, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, tetapi investor perlu mewaspadai volatilitas menjelang keputusan FOMC.(yds)
Sumber: Newsmaker.id