
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar mata uang kripto bergerak cenderung melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) malam, seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi global.
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bergerak di kisaran US$81.000–US$82.000 setelah mengalami tekanan sepanjang perdagangan. Pada perdagangan pagi, Bitcoin tercatat turun 1,23% ke sekitar US$81.369, sementara Ethereum (ETH) melemah 1,4% menuju US$2.387. Pelemahan tersebut mencerminkan berkurangnya minat terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Tekanan terhadap pasar kripto juga terlihat pada sejumlah altcoin utama, termasuk Solana (SOL) dan XRP yang turut mengalami pelemahan dalam pemantauan perdagangan hari ini. Pergerakan negatif tersebut berlangsung ketika pasar keuangan global menghadapi peningkatan risiko geopolitik Timur Tengah serta lonjakan harga minyak mentah. Brent yang bergerak di atas US$110 per barel kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global, terutama jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama. Situasi ini membuat investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana pada instrumen berisiko tinggi, termasuk aset digital.
Dari sisi fundamental, perhatian investor tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. Tingginya harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi Amerika Serikat dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi menjadi tantangan bagi pasar kripto karena dapat membatasi likuiditas dan meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga. Meski indeks dolar AS menunjukkan pelemahan, kondisi tersebut belum cukup untuk mendorong pemulihan menyeluruh pada Bitcoin maupun Ethereum.
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati pergerakan Bitcoin di sekitar area psikologis US$80.000 serta kemampuan Ethereum mempertahankan momentum di kisaran US$2.400. Jika tekanan jual meningkat dan sentimen global memburuk, kedua aset tersebut berpotensi mengalami volatilitas lanjutan. Sebaliknya, meredanya ketegangan geopolitik, penurunan harga minyak, dan sinyal kebijakan The Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan aset kripto. Namun, investor masih perlu mewaspadai perubahan sentimen secara cepat mengingat pasar kripto diperdagangkan selama 24 jam dan sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi global.
Kesimpulan Newsmaker
Pasar cryptocurrency masih menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek, terutama karena tekanan inflasi dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed.
Bitcoin perlu mempertahankan area psikologis US$80.000 untuk menjaga peluang pemulihan. Jika tekanan jual berlanjut, risiko pelemahan dapat meningkat. Sebaliknya, apabila sentimen global membaik, Bitcoin berpotensi kembali menguji US$83.000–US$85.000. Area tersebut merupakan skenario pemantauan, bukan kepastian target harga.
Fokus utama pasar malam ini: arah suku bunga The Fed, harga minyak dunia, dan sentimen investor terhadap aset berisiko.
Sumber: Newsmaker.id