
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali stabil pada perdagangan Jumat (16/10) setelah tekanan jual dalam beberapa sesi sebelumnya mereda. Berdasarkan data terbaru sesi Eropa, Bitcoin berada di sekitar US$82.000 dan bergerak positif, sementara Ethereum berada di kisaran US$2.450. Sejumlah altcoin utama juga ikut rebound, dengan XRP, BNB, Solana, dan Cardano mencatat penguatan.
Pemulihan pasar kripto terjadi ketika yield Treasury AS mengalami penurunan dan tekanan jual pada aset teknologi mulai mereda. Namun, Bitcoin masih menghadapi tekanan dari tingginya ketidakpastian suku bunga The Fed serta arus dana keluar dari produk ETF Bitcoin. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$80.000 sebelum kembali mendapat aksi beli.
Sentimen terhadap aset berisiko masih dipengaruhi oleh data inflasi AS yang panas. CPI September mencapai 3,7% secara tahunan, sementara PPI melonjak 6,3% secara tahunan. Meski data tersebut berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi, komentar sejumlah pejabat The Fed, termasuk Kevin Warsh, belum memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada Oktober. Pasar kini memperkirakan peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan Oktober masih cukup besar.
Selain faktor suku bunga, kekhawatiran terhadap valuasi saham AI dan tingginya utang perusahaan teknologi juga ikut memengaruhi sentimen kripto. Pergerakan dana ke Treasury sebagai aset safe haven membuat yield turun dan memberikan ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk melakukan rebound. Namun, kondisi ini masih dapat berubah cepat jika ekspektasi kenaikan suku bunga kembali meningkat.
Di pasar altcoin, Ethereum menguat sekitar 3,6%, BNB naik 1,4%, XRP bertambah sekitar 2,1%, dan Solana menguat sekitar 3,4% berdasarkan data terbaru. Rebound tersebut menunjukkan minat beli mulai kembali ke aset kripto setelah tekanan jual sebelumnya, meskipun volatilitas masih tinggi.
Analisis Newsmaker: Bitcoin dan altcoin mulai menunjukkan pemulihan seiring turunnya yield AS dan membaiknya sentimen risiko. Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada kebijakan The Fed, pergerakan yield, arus ETF, serta kondisi pasar saham teknologi. Selama ekspektasi suku bunga tinggi belum sepenuhnya hilang, rebound kripto masih berpotensi menghadapi tekanan kembali.
Sumber: Newsmaker.id