
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin bergerak relatif stabil pada perdagangan Rabu (14/10), berada di sekitar US$83.390 dan masih tertahan di bawah level US$84.000. Investor cenderung menahan posisi menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 78% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Data CPI menjadi perhatian karena inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan yield obligasi dan memperkuat dolar AS, sehingga dapat menekan aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap aset kripto dengan meningkatkan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Sementara itu, sejumlah mata uang kripto utama lainnya juga bergerak bervariasi. Ethereum berada di sekitar US$2.478, XRP sekitar US$0,59, BNB di kisaran US$1.050, Solana sekitar US$187, dan Cardano sekitar US$0,60. Pergerakan altcoin masih mengikuti sentimen Bitcoin dan kondisi pasar aset berisiko, sementara investor menunggu katalis baru dari data ekonomi AS.
Dari sisi arus investasi, Bitcoin masih menghadapi tantangan karena permintaan institusional belum menunjukkan penguatan yang konsisten. Spot Bitcoin ETF tercatat mengalami arus keluar bersih sekitar US$65 juta pada Senin, sementara total arus dana sepanjang Oktober telah berubah negatif sekitar US$451 juta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan Bitcoin saat ini belum sepenuhnya didukung oleh masuknya modal institusional dalam jumlah besar.
Pergerakan Bitcoin juga masih dipengaruhi rendahnya volume perdagangan yang membuat volatilitas harga lebih mudah meningkat. Setelah mencatat kinerja kuat pada kuartal ketiga, pasar mulai melakukan aksi ambil untung pada awal Oktober. Kondisi ini membuat tren kenaikan Bitcoin belum sepenuhnya kembali solid meskipun harga mulai menunjukkan upaya pemulihan.
Analisis Newsmaker: Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan katalis utama berasal dari data inflasi AS dan arah kebijakan The Fed. Jika CPI lebih tinggi dari ekspektasi, tekanan terhadap Bitcoin berpotensi meningkat melalui penguatan dolar dan yield. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi rebound. Namun, selama arus ETF masih negatif dan permintaan institusional belum kembali kuat, kenaikan Bitcoin berpotensi bersifat terbatas dan membutuhkan konfirmasi dari peningkatan volume serta arus dana baru.
Sumber : Newsmaker.id