
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Rabu (14/10), dengan spot gold turun 0,3% ke sekitar US$4.142,85 per troy ounce. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,3% ke US$4.165,40 per troy ounce. Investor cenderung menahan posisi menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) AS yang berpotensi menentukan arah dolar dan logam mulia.
Data CPI AS dijadwalkan dirilis pada Rabu, disusul Producer Price Index (PPI) dan data penjualan ritel pada Kamis. Investor akan mencermati data tersebut untuk melihat apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat. Hasil inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menekan harga emas.
Tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan harga minyak. Harga crude kembali menguat setelah dua kapal dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz. Pejabat Iran juga disebut menyiapkan taktik baru untuk menargetkan kapal, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan potensi kenaikan inflasi global.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve New York John Williams kembali mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga sekali lagi untuk menurunkan inflasi. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sekitar 22%, sementara probabilitas kenaikan pada Desember mencapai sekitar 90%.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas karena kenaikan suku bunga meningkatkan imbal hasil aset berbasis dolar dan membuat logam mulia yang tidak memberikan bunga menjadi relatif kurang menarik. Namun, emas tetap memiliki potensi mendapatkan dukungan apabila dolar mulai kehilangan momentum atau investor kembali meningkatkan permintaan safe haven di tengah meningkatnya risiko geopolitik.
Analisis Newsmaker: Emas saat ini berada dalam tekanan jangka pendek karena kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga, dolar yang masih kuat, dan kenaikan harga minyak yang meningkatkan risiko inflasi. Namun, pelemahan emas dapat berubah jika CPI AS berada di bawah ekspektasi dan mendorong pasar mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. Sebaliknya, CPI yang lebih tinggi berpotensi membuka ruang koreksi lebih lanjut. Untuk saat ini, CPI menjadi katalis utama yang dapat menentukan apakah emas mampu rebound atau melanjutkan tekanan jual.
Sumber : Newsmaker.id