
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin mencoba mempertahankan momentum pemulihan pada perdagangan Selasa (13/10), tetapi pergerakannya masih terbatas setelah sebelumnya terkoreksi dari level US$87.402 pada 21 September. Saat ini Bitcoin berada di sekitar US$83.300, dengan pergerakan 24 jam cenderung melemah tipis. Area US$82.000–82.800 masih menjadi support penting yang perlu dipertahankan agar tekanan jual tidak kembali membesar.
Tekanan utama terhadap Bitcoin masih berasal dari kondisi makroekonomi AS. Yield Treasury AS yang tinggi membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbasis bunga. Penguatan Dolar AS juga ikut membatasi ruang kenaikan kripto. Namun, apabila yield kembali turun, opportunity cost memegang Bitcoin dapat berkurang dan berpotensi memberikan ruang bagi aset kripto untuk pulih.
Pergerakan altcoin juga masih beragam. Ethereum berada di sekitar US$2.510, BNB sekitar US$743, XRP sekitar US$1,37, Solana sekitar US$107,60, Dogecoin sekitar US$0,084, dan Cardano sekitar US$0,237. Sebagian besar masih mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, dengan Solana dan Cardano menjadi salah satu yang mengalami penurunan lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Dari sisi fundamental, pasar kripto masih sangat sensitif terhadap suku bunga, yield obligasi, Dolar AS, dan kondisi likuiditas global. Jika investor kembali melihat peluang pelonggaran kebijakan moneter, aset berisiko seperti kripto berpotensi mendapatkan aliran dana. Sebaliknya, apabila inflasi AS kembali tinggi dan mendorong ekspektasi suku bunga lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dan altcoin dapat kembali meningkat.
Newsmaker melihat, Bitcoin saat ini belum menunjukkan sinyal pemulihan yang benar-benar kuat. Area US$82.000–82.800 menjadi pertahanan penting, sementara US$87.400 menjadi level yang perlu direbut kembali untuk mengembalikan momentum bullish yang lebih kuat. Untuk sementara, pasar kripto masih menunggu kombinasi yang lebih bersahabat dari yield, Dolar AS, dan kebijakan The Fed sebelum reli berikutnya benar-benar mendapatkan tenaga.
Sumber : Newsmaker.id