
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling menguat sekitar 0,2% ke US$1,3233 terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa (13/10). Penguatan GBP/USD terjadi setelah salah satu pejabat Bank of England (BoE), Megan Greene, menegaskan bahwa bank sentral perlu bersikap lebih proaktif dalam menghadapi tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi.
Greene menilai BoE tidak boleh menunggu hingga kenaikan harga energi mulai mendorong kenaikan upah dan harga barang secara luas. Menurutnya, jika efek lanjutan tersebut sudah terlihat, ruang bagi bank sentral untuk mengendalikan inflasi akan menjadi lebih sulit. Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter Inggris masih berpotensi tetap ketat apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Greene juga menilai kebijakan moneter Inggris saat ini belum terlalu ketat. Pernyataan tersebut membuka peluang bagi BoE untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan melakukan pengetatan tambahan apabila inflasi terus berada di atas target. Saat ini, BoE mempertahankan suku bunga di level 3,75%, sehingga arah inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan berikutnya.
Di sisi lain, GBP juga mendapatkan dukungan dari pelemahan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 102,30 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi tahun ini di 102,60. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi GBP/USD untuk menguat meskipun fundamental ekonomi Inggris masih menghadapi tantangan.
Newsmaker melihat, penguatan Pound saat ini lebih banyak didorong oleh kombinasi sikap hawkish BoE dan koreksi Dolar AS. Namun, arah berikutnya akan diuji oleh data GDP Inggris bulan Agustus yang akan dirilis Kamis. Jika ekonomi kembali mengalami kontraksi, ruang BoE untuk menaikkan suku bunga dapat menjadi lebih terbatas. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih kuat ditambah inflasi yang tinggi dapat memperkuat ekspektasi pengetatan dan memberikan dukungan tambahan bagi Pound.
Sumber : Newsmaker.id