
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling bergerak menguat pada perdagangan Jumat (9/10), dengan GBP/USD naik mendekati 1,3240 pada awal sesi Asia. Penguatan tersebut terjadi setelah komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memberikan sedikit tekanan terhadap dolar AS. Waller mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk menurunkan inflasi menuju target 2%, tetapi tidak harus dilakukan dalam setiap pertemuan secara berurutan.
Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed pun mulai berubah. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Oktober hanya sekitar 17,7%, turun dari 38% sepekan sebelumnya. Sementara itu, peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 83%. Pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat memberikan ruang bagi pound untuk menguat karena tekanan terhadap dolar AS sedikit berkurang.
Namun, penguatan pound masih menghadapi tantangan dari kondisi fiskal Inggris. Biaya pinjaman jangka panjang Inggris sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 1990-an, meningkatkan perhatian investor terhadap kemampuan pemerintah mengendalikan kondisi keuangan negara. Fokus pasar kini tertuju pada anggaran pemerintah yang akan disampaikan pada 28 Oktober, terutama terkait rencana pengelolaan defisit dan potensi perubahan kebijakan pajak.
Ketidakpastian fiskal tersebut dapat membatasi penguatan GBP/USD karena investor akan mencermati apakah kebijakan anggaran mampu menjaga kepercayaan pasar terhadap keuangan Inggris. Jika risiko fiskal meningkat dan yield obligasi Inggris kembali melonjak akibat kekhawatiran terhadap utang, tekanan terhadap pound dapat kembali muncul. Sebaliknya, kebijakan fiskal yang dianggap kredibel berpotensi membantu menstabilkan pasar obligasi sekaligus memberikan dukungan terhadap mata uang Inggris.