
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,0% atau 247 poin ke level 24.031 pada perdagangan Jumat (9/10), sekaligus mengakhiri penurunan selama dua sesi berturut-turut. Penguatan terjadi setelah investor kembali memburu saham-saham yang sebelumnya mengalami tekanan cukup besar. Sentimen pasar juga membaik seiring penguatan futures AS dan pemulihan bursa saham Asia dari pelemahan sebelumnya.
Salah satu katalis positif datang dari penurunan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela November. Meredanya risiko eskalasi dalam jangka pendek membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global. Namun, yield Treasury AS yang masih tinggi tetap menjadi perhatian karena dapat membatasi ruang penguatan aset berisiko.
Dari sisi sektoral, saham keuangan, properti, dan teknologi menjadi penopang utama kenaikan Hang Seng. AIA menguat 2,5%, Tencent naik 1,4%, Sun Hai Kung Property bertambah 1,2%, PICC Property & Casualty naik 1,4%, sementara Xiaomi menguat 1,5%. Di sisi lain, sektor kesehatan dan sejumlah saham teknologi jasa masih mengalami tekanan, dengan Wuxi Biologics dan CSPC Pharmaceutical sama-sama turun sekitar 1,2%.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian pada sejumlah data ekonomi China setelah pasar saham daratan kembali dibuka pascalibur Golden Week. Data inflasi September dan angka perdagangan China akan menjadi perhatian berikutnya untuk melihat kondisi konsumsi domestik serta aktivitas perdagangan negara tersebut. Data yang lebih kuat dapat memberikan dukungan terhadap saham China dan Hong Kong, sementara hasil yang mengecewakan berpotensi kembali membatasi momentum pemulihan.
Newsmaker melihat, rebound Hang Seng pada akhir pekan menunjukkan mulai munculnya aksi bargain hunting setelah tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, penguatan ini masih perlu dikonfirmasi karena risiko dari yield AS yang tinggi, harga minyak, dan kondisi ekonomi China belum sepenuhnya hilang. Jika sentimen global terus membaik dan data ekonomi China memberikan kejutan positif, Hang Seng berpotensi melanjutkan rebound. Sebaliknya, kembalinya tekanan di Wall Street atau kenaikan harga energi dapat kembali memicu aksi jual.