
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (8/10), dengan sektor teknologi menjadi sumber utama tekanan. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq terkoreksi 1,4%, sementara Dow Jones justru naik 52 poin. Pelemahan terjadi setelah muncul laporan mengenai pendapatan OpenAI yang lebih rendah dari angka yang sebelumnya beredar, sehingga kembali memicu kekhawatiran mengenai valuasi dan prospek bisnis industri kecerdasan buatan (AI).
Laporan Financial Times menyebut dokumen perusahaan menunjukkan pendapatan tahunan OpenAI berada di sekitar US$50 miliar, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sekitar US$70 miliar. Perbedaan tersebut membuat investor kembali mempertanyakan seberapa cepat perusahaan pengembang teknologi AI dapat menghasilkan keuntungan dibandingkan besarnya investasi yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur AI.
Tekanan kemudian menyebar ke saham perusahaan semikonduktor dan teknologi besar. Nvidia turun 2,9%, Broadcom melemah 4,6%, dan Micron terkoreksi 4,8%. Di kelompok perusahaan teknologi besar, Alphabet turun 0,7%, Microsoft melemah 1,3%, sementara Oracle jatuh 5,8%. Pergerakan tersebut menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham AI setelah reli panjang yang sebelumnya membawa indeks-indeks utama AS ke level rekor.
Sentimen pasar juga dibebani oleh volatilitas harga energi. Harga minyak kembali menguat setelah meningkatnya serangan terhadap kapal di Selat Hormuz serta ancaman badai terhadap produksi minyak lepas pantai AS di Teluk Meksiko. Harga energi yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menjadi perhatian tambahan bagi investor karena dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Newsmaker melihat, Wall Street saat ini menghadapi kombinasi risiko dari valuasi saham AI, tingginya biaya investasi teknologi, yield obligasi, dan harga energi. Dalam jangka pendek, saham teknologi berpotensi tetap volatil apabila investor mulai mempertanyakan kemampuan perusahaan AI mengubah investasi besar menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba. Namun, jika laporan keuangan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan kuat dan tekanan yield mulai mereda, sektor teknologi masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan momentum.
Sumber: Newsmaker.id