
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa kembali melemah tajam pada perdagangan Kamis (8/10), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Euro STOXX 50 turun 0,8% ke 6.132, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,7% ke 625,7. Tekanan utama datang dari kembali melonjaknya yield obligasi pemerintah di kawasan Eropa, yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal negara-negara dengan tingkat utang tinggi.
Kenaikan yield terutama terjadi pada negara-negara dengan beban utang besar, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran mengenai fragmentasi pasar obligasi Zona Euro. Investor mulai memperhitungkan risiko bahwa perbedaan biaya pendanaan antarnegara dapat semakin melebar dan memberikan tekanan terhadap stabilitas pasar keuangan Eropa. Kondisi ini turut meningkatkan aksi jual pada aset berisiko, termasuk saham.
Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling terdampak karena kekhawatiran terhadap risiko fiskal dan potensi penularan (contagion) di pasar obligasi. Saham UniCredit, Intesa Sanpaolo, ING, dan Santander masing-masing turun sekitar 2,5%-3,1%. Tekanan terhadap sektor perbankan menjadi perhatian karena bank memiliki keterkaitan yang cukup besar dengan pasar obligasi dan kondisi perekonomian domestik.
Sentimen negatif juga diperkuat oleh risalah rapat terbaru European Central Bank (ECB) yang menunjukkan bahwa para pejabat masih melihat risiko kenaikan inflasi di kawasan Eropa. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, ruang bagi ECB untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Di sisi lain, Argenx menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar setelah perusahaan menghentikan studi tahap akhir obat Vyvgart untuk pasien dewasa dengan penyakit Sjögren.
Sumber: Newsmaker.id