
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Saham Eropa melemah pada perdagangan Kamis (8/10), dengan indeks STOXX 50 turun 1,2% dan STOXX 600 terkoreksi 0,9%. Pelemahan tersebut terjadi di tengah menampilkan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang kembali memicu kekhawatiran investor terhadap inflasi dan prospek suku bunga global.
Sentimen pasar memburuk setelah muncul laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak lebih tinggi karena investor melaporkan risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak juga mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham karena biaya pendanaan berpotensi meningkat dan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas. Sektor sumber daya dasar menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar, tidak mengusulkan saham perbankan dan kesehatan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut melemah. ASML turun 1,6%, HSBC terkoreksi 2%, Novartis turun 1,1%, LVMH melemah 1%, Siemens turun 1,9%, sementara L'Oreal terkoreksi 1%. Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya aksi hati-hati investor di tengah-tengah geopolitik dan tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi.
Di sisi lain, saham perusahaan minyak dan gas justru bergerak positif karena berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga energi. Shell dan TotalEnergies masing-masing menguat 1,1%. Pergerakan yang berlawanan antara sektor energi dan saham lainnya menunjukkan bahwa pasar Eropa kini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, harga minyak, serta dampaknya terhadap inflasi dan kebijakan moneter. (asd)
Sumber: Newsmaker.id