
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Kamis (8/10) seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah. Brent naik US$1,33 atau 1,33% menjadi US$101,53 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,11 atau 1,26% menjadi US$89,39 per barel.
Kenaikan harga dipicu meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu titik penting perdagangan energi global dan sebelum konflik membawa volume setara sekitar 20% pengiriman minyak serta bahan bakar dunia. Intensitas serangan terhadap kapal yang melintasi Hormuz bahkan mencapai level tertinggi sejak perang Iran dimulai.
Insiden terbaru terjadi pada sebuah kapal tanker di utara Qatar yang terkena beberapa proyektil dan menimbulkan korban. Meski risiko meningkat, produsen di kawasan Teluk tetap berupaya meningkatkan ekspor. Kondisi ini membuat lebih banyak minyak mengalir ke pasar, tetapi dengan biaya keamanan dan risiko pengiriman yang lebih tinggi.
Sebelumnya, harga minyak sempat melemah setelah International Energy Agency (IEA) sepakat mempercepat pelepasan cadangan minyak dan memprioritaskan pasokan diesel. Namun, langkah tersebut dinilai hanya mampu menambah pasokan sementara dan tidak menciptakan kapasitas produksi baru, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan tetap kuat.
Sentimen positif juga datang dari data persediaan minyak AS. Stok minyak mentah turun 3,2 juta barel menjadi 424,1 juta barel, lebih besar dari perkiraan pasar yang hanya memproyeksikan penurunan 1,7 juta barel. Persediaan distilat, termasuk diesel dan bahan bakar jet, juga turun, memperkuat ekspektasi bahwa kondisi pasokan energi masih relatif ketat.