
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bertahan di atas level 102 pada perdagangan Kamis (8/10), berada di dekat level terkuat sejak April 2025. Penguatan dolar kembali mendapatkan dukungan setelah risalah rapat Federal Reserve September menunjukkan sikap para pejabat yang masih cukup hawkish di tengah risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
FOMC Minutes menunjukkan seluruh 19 pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga pada September, sementara mayoritas menilai kenaikan tambahan masih dapat diperlukan hingga akhir tahun. Meski pasar saat ini secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, peluang kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 78%. Ekspektasi tersebut membuat dolar tetap memiliki daya tarik di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter.
Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor pendukung bagi dolar. Risiko eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan terhadap arus minyak dari Timur Tengah membuat harga energi tetap tinggi. Jika kondisi tersebut bertahan, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dan membuat The Fed lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga.
Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke data Initial Jobless Claims Amerika Serikat yang akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Data tenaga kerja menjadi semakin penting setelah laporan sebelumnya menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Jika klaim pengangguran meningkat signifikan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali berkurang dan berpotensi menekan dolar.