
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada perdagangan Selasa (6/10) setelah yield Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa dekade. Indeks dolar terkoreksi sekitar 0,2%, sementara yield Treasury 10 tahun turun sekitar tiga basis poin ke 5,27%. Penurunan yield membuat daya tarik dolar sedikit berkurang, terutama setelah mata uang AS sebelumnya menguat cukup tajam.
Tekanan terhadap dolar juga datang dari pasar minyak. Harga Brent sempat turun lebih dari 3% sebelum memangkas sebagian penurunannya. Meningkatnya ekspor minyak dari Timur Tengah serta keputusan Arab Saudi memangkas harga jual menjadi sinyal bahwa kondisi pasokan mulai lebih longgar. Jika harga energi terus turun, kekhawatiran terhadap inflasi berbasis energi juga dapat berkurang.
Pergerakan mata uang utama turut mencerminkan pelemahan dolar. Euro menguat sekitar 0,3% ke US$1,1245 setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam 17 bulan. Poundsterling juga naik sekitar 0,4% ke US$1,3277. Sementara itu, dolar melemah sekitar 0,2% terhadap Yen, meskipun USD/JPY masih bertahan di atas level 158 karena selisih yield antara AS dan Jepang tetap lebar.
Namun, pelemahan dolar belum tentu menjadi awal pembalikan tren. Yield Treasury masih berada pada level tinggi dan kondisi fiskal Amerika Serikat tetap menjadi perhatian investor. Selain itu, pasar masih menunggu arah kebijakan The Fed setelah data tenaga kerja AS yang lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober. Fokus berikutnya akan tertuju pada FOMC Minutes untuk melihat apakah The Fed mulai lebih memperhatikan pelemahan pasar tenaga kerja.
Newsmaker melihat, dolar saat ini memasuki fase koreksi setelah reli sebelumnya, dengan penurunan yield menjadi faktor utama yang mengurangi daya tariknya. Jika yield terus turun dan harga minyak tetap rendah, tekanan terhadap dolar dapat berlanjut. Namun, selama yield AS bertahan tinggi dan ketidakpastian ekonomi global masih besar, dolar tetap memiliki alasan untuk kembali menguat sebagai aset safe haven.
Sumber: Newsmaker.id