
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat menguat ke level tertinggi dalam 18 bulan pada perdagangan Senin (5/10), dengan indeks dolar menembus 102,50. Penguatan greenback terutama didorong oleh tekanan terhadap euro di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal dan politik Prancis. Euro memiliki bobot sekitar 57,6% dalam indeks dolar, sehingga pelemahan mata uang tunggal tersebut memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan DXY.
Kekhawatiran pasar berpusat pada besarnya beban utang pemerintah Prancis yang telah mendekati 120% dari ukuran ekonominya. Tekanan semakin terlihat di pasar obligasi, dengan selisih yield obligasi pemerintah Prancis dan Jerman tenor 10 tahun melebar hingga sekitar 1,5 percentage point. Spread tersebut menjadi yang terlebar sejak 2011 dan mencerminkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor untuk memegang aset Prancis.
Tekanan terhadap euro semakin kuat setelah mata uang tersebut jatuh ke level terendah sejak Mei 2025. Kondisi fiskal Prancis, ketidakpastian politik, serta kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah mengendalikan defisit membuat investor mengurangi eksposur terhadap euro. Pelemahan euro bahkan menyumbang sekitar tiga perempat dari kenaikan indeks dolar ke level tertingginya pada Senin.
Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat justru tidak memberikan dorongan besar bagi dolar. ISM Services PMI September berada di 54,9, sedikit di bawah perkiraan 55. Namun, yield Treasury AS tetap bergerak tinggi sehingga daya tarik aset berbasis dolar masih terjaga. Pasar juga masih menilai arah kebijakan Federal Reserve setelah data NFP yang lemah mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Newsmaker melihat, penguatan dolar kali ini lebih banyak mencerminkan kelemahan euro daripada lonjakan fundamental ekonomi AS. Selama tekanan fiskal dan politik Prancis berlanjut, dolar berpotensi tetap mendapatkan dukungan. Namun, secara teknikal DXY mulai terlihat rawan koreksi setelah rally panjang sejak September. Area 102 menjadi support penting, sementara kegagalan bertahan di atas level tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih dalam.
Sumber: Newsmaker.id