
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Asia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa setelah reli saham teknologi mendorong Wall Street mendekati rekor tertinggi. Indeks MSCI Asia Pacific naik sekitar 0,1%, mengikuti sentimen positif dari penguatan Nvidia dan Microsoft yang sebelumnya menopang S&P 500.
Investor tetap menunjukkan minat terhadap saham meskipun yield obligasi global berada di level tertinggi dalam beberapa dekade. Pasar lebih memilih fokus pada kinerja perusahaan yang kuat, konsumsi yang masih solid, serta lonjakan investasi terkait kecerdasan buatan (AI).
Namun, pasar obligasi masih menjadi sumber tekanan. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 5,34%, sementara tenor 30 tahun mencapai 5,7%, keduanya berada di level tertinggi sejak 2002. Kenaikan yield dipicu pertumbuhan ekonomi AS yang masih kuat, belanja infrastruktur AI, serta kekhawatiran inflasi yang belum mereda.
Dari pasar komoditas, Brent bergerak di sekitar US$100,30 per barel setelah melemah pada sesi sebelumnya. Penurunan minyak memberikan sedikit ruang bagi kekhawatiran inflasi untuk mereda, meskipun harga energi masih berada pada level tinggi.
Di pasar valuta asing, euro melemah ke level terendah sejak Mei di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan kekhawatiran fiskal di Eropa. Sementara itu, dolar AS tetap relatif kuat karena tingginya yield dan permintaan terhadap aset safe haven.
Analisis Newsmaker: Saham Asia masih mendapat dukungan dari reli teknologi dan optimisme terhadap AI, tetapi kenaikan yield Treasury serta harga energi tinggi tetap menjadi risiko utama. Selama yield belum menunjukkan penurunan berkelanjutan, ruang kenaikan pasar saham berpotensi terbatas meskipun fundamental perusahaan tetap kuat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id