
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (5/10), setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury mengimbangi berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas sempat mendapat dukungan setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan tajam, tetapi momentum tersebut belum cukup untuk mendorong pemulihan yang kuat karena kondisi pasar obligasi masih menjadi hambatan utama.
Tekanan terhadap emas terutama datang dari dolar AS yang kembali menguat. Indeks dolar bergerak mendekati level tertinggi sejak April 2025, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, yield Treasury AS tenor 10 tahun masih berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Kombinasi dolar dan yield tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, ekspektasi kebijakan The Fed mulai berubah setelah data NFP September menunjukkan perusahaan AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah melambat. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 22%, dibandingkan sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan pada Desember cukup tinggi, sekitar 84%.
Karena itu, investor kini menunggu FOMC Minutes yang akan dirilis pertengahan pekan. Risalah rapat tersebut akan menjadi penting untuk melihat seberapa besar perhatian para pejabat The Fed terhadap perlambatan pasar tenaga kerja dibandingkan risiko inflasi. Jika minutes menunjukkan bahwa pelemahan tenaga kerja mulai menjadi perhatian utama, tekanan terhadap emas dapat berkurang. Sebaliknya, sikap hawkish dapat kembali mengangkat yield dan dolar.
Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam fase tarik-menarik antara ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan tekanan dari dolar serta yield yang tinggi. Dalam jangka pendek, peluang rebound tetap terbuka jika yield mulai turun dan dolar kehilangan momentum. Namun, selama yield bertahan tinggi, emas masih berisiko mengalami koreksi terlebih dahulu. FOMC Minutes akan menjadi katalis penting untuk menentukan apakah emas mampu membangun pemulihan atau kembali melanjutkan tekanan jual.
Sumber: Newsmaker.id