
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 menguat pada perdagangan Selasa (6/10) hingga menembus level 70.200, sekaligus mencapai posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan bursa Jepang mengikuti kinerja positif Wall Street pada sesi sebelumnya. Investor masih menunjukkan minat terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan, meskipun yield obligasi global tetap tinggi dan ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar.
Sentimen terhadap saham Jepang turut mendapat dorongan dari penurunan harga minyak. Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, harga minyak yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya bagi perekonomian Jepang. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi perusahaan dan konsumen, terutama ketika pasar masih menghadapi risiko kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah.
Sektor teknologi dan AI menjadi penggerak utama kenaikan Nikkei. Advantest naik sekitar 2%, Fujikura bertambah 2,3%, sementara Lasertec menguat 0,7%. Minat investor terhadap perusahaan yang berkaitan dengan teknologi AI masih kuat karena ekspektasi terhadap pertumbuhan investasi infrastruktur AI secara global tetap tinggi. Pergerakan saham teknologi juga mengikuti sentimen positif dari Wall Street.
Selain teknologi, saham sektor keuangan turut menguat. Mitsubishi UFJ naik sekitar 0,5%, Mizuho Financial bertambah 1,1%, dan Sumitomo Mitsui menguat 0,5%. Sementara itu, Toyota Motor menjadi perhatian setelah penjualan model Land Cruiser FJ di Jepang dan Asia Tenggara dilaporkan melampaui ekspektasi awal. Perkembangan tersebut menunjukkan perusahaan Jepang masih berupaya mempertahankan daya saing di tengah meningkatnya persaingan dari produsen otomotif China.
Penguatan Nikkei saat ini ditopang oleh kombinasi sentimen positif global, optimisme terhadap AI, dan meredanya tekanan harga energi. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan yield obligasi serta kebijakan Bank of Japan. Pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda menjadi perhatian karena pasar sedang menilai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Jika BoJ tetap berhati-hati, tekanan terhadap saham Jepang dapat lebih terkendali dan momentum Nikkei berpeluang berlanjut.