
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10), dengan saham-saham teknologi menjadi penggerak utama. S&P 500 naik 0,7%, sementara Nasdaq 100 menguat 0,9% dan mencetak rekor penutupan baru. Dow Jones juga bertambah 91 poin. Penguatan terjadi meskipun investor masih menghadapi tekanan dari tingginya harga minyak dan yield obligasi AS.
Sektor teknologi kembali menjadi pusat perhatian karena investor masih optimistis terhadap prospek kecerdasan buatan. Alphabet naik 0,9%, Meta menguat 1,9%, sementara Microsoft bertambah 1,5%. Di sektor chip, Nvidia melonjak 2,2% dan Broadcom naik 2,1%. Pergerakan tersebut menunjukkan minat terhadap perusahaan yang terkait dengan AI masih kuat meskipun biaya pendanaan dan risiko inflasi tetap menjadi perhatian.
Saham Tesla juga menguat 2,2%, sementara SpaceX melonjak 7,6% setelah muncul laporan mengenai potensi kerja sama antara Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan inisiatif Terafab milik Elon Musk. Namun, tidak seluruh saham teknologi bergerak positif. Micron turun 1%, AMD melemah 0,3%, dan Intel terkoreksi 2,6%, menunjukkan aksi beli masih terkonsentrasi pada perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang dianggap paling kuat.
Di sisi makroekonomi, investor masih harus berhadapan dengan yield Treasury yang tinggi dan harga energi yang mahal. Kondisi tersebut sebenarnya dapat meningkatkan tekanan terhadap valuasi saham, terutama perusahaan teknologi yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Namun, kuatnya pertumbuhan laba perusahaan, konsumsi masyarakat, dan investasi besar-besaran untuk infrastruktur AI sejauh ini mampu mengimbangi kekhawatiran tersebut.
Newsmaker melihat, Wall Street masih menunjukkan ketahanan meskipun lingkungan makro belum sepenuhnya mendukung. Selama ekspektasi pertumbuhan laba dan investasi AI tetap kuat, saham teknologi berpotensi mempertahankan momentum. Namun, kenaikan yield dan harga minyak tetap menjadi risiko utama. Jika keduanya kembali melonjak, valuasi saham berpotensi tertekan dan memicu aksi ambil untung setelah reli panjang.
Sumber: Newsmaker.id