
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/10) setelah laporan ketenagakerjaan September menunjukkan perlambatan yang lebih tajam dari perkiraan. Dow Jones Industrial Average naik 0,5% menjadi 51.176,46, S&P 500 menguat 0,7% ke 7.722,72, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,2% ke 27.190,86. Nasdaq bahkan sempat mencetak rekor tertinggi intraday sebelum penguatan sedikit berkurang akibat pergerakan yield Treasury.
Sentimen positif terutama berasal dari laporan Nonfarm Payrolls yang menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,2% dari 4,1%. Data tersebut membuat investor menilai tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga pada Oktober semakin berkurang.
Perubahan ekspektasi kebijakan The Fed memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko. Pasar futures menunjukkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober berada di sekitar 77%. Namun, pergerakan Treasury tetap menjadi perhatian karena yield sempat turun setelah NFP dirilis sebelum kembali meningkat, sehingga membatasi penguatan indeks saham dari level tertingginya.
Sektor teknologi menjadi salah satu penggerak utama Wall Street. Saham Nvidia sempat mencatat rekor tertinggi baru sebelum ditutup di bawah rekor penutupan sebelumnya. CrowdStrike dan Palo Alto Networks juga mencapai level tertinggi sepanjang masa, sementara AMD menguat hampir 3%. Pergerakan tersebut menunjukkan kembalinya minat terhadap saham pertumbuhan setelah investor memperoleh sinyal bahwa kebijakan moneter mungkin tidak semakin ketat dalam waktu dekat.
Analisis Newsmaker:
NFP yang lemah memberikan sentimen positif bagi Wall Street karena meningkatkan harapan bahwa The Fed akan menahan suku bunga. Penurunan harga minyak juga membantu meredakan tekanan biaya energi dan mendukung saham. Namun, kenaikan kembali yield Treasury menjadi pengingat bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Pergerakan saham pekan berikutnya akan banyak dipengaruhi arah yield, kebijakan The Fed, serta prospek kinerja perusahaan menjelang musim laporan keuangan.
Sumber: Newsmaker.id