
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Jumat (2/10) setelah sempat menguat menyusul rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Spot gold turun 0,8% ke US$4.145,78 per troy ounce, sementara emas berjangka naik 0,3% ke US$4.174,59. Secara mingguan, spot gold mencatat penurunan sekitar 3,3%, menunjukkan tekanan dari pasar obligasi dan dolar masih dominan.
Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi sekitar 89.000. Pertumbuhan payrolls Juli dan Agustus juga direvisi turun secara total 60.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2% dari 4,1%. Data tersebut menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum dan secara teori memberikan dukungan bagi emas melalui berkurangnya tekanan terhadap The Fed.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang langsung turun setelah NFP dirilis. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan 25 basis poin kini berada di sekitar 23%, sementara peluang The Fed mempertahankan suku bunga meningkat menjadi sekitar 77%. Namun, inflasi AS masih menjadi persoalan karena headline PCE berada di 3,4%, jauh di atas target 2%. Kondisi ini membuat pasar belum sepenuhnya menghapus risiko pengetatan kebijakan.
Faktor yang kemudian kembali menekan emas adalah pasar obligasi AS. Setelah sempat mereda pascarilis NFP, aksi jual Treasury kembali berlangsung, terutama pada tenor panjang. Yield Treasury 10 tahun dan 30 tahun bahkan mencatat kenaikan mingguan, sementara kekhawatiran terhadap inflasi energi, kebutuhan pembiayaan infrastruktur AI, dan meningkatnya utang fiskal AS menjaga tekanan pada pasar obligasi. Yield yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Analisis Newsmaker:
NFP yang lemah memang mengubah ekspektasi suku bunga menjadi lebih dovish, tetapi efek positif tersebut belum cukup untuk mengangkat emas secara berkelanjutan. Selama yield Treasury jangka panjang dan dolar masih kuat, gold berpotensi tetap menghadapi tekanan meskipun peluang rate hike Oktober semakin kecil. Fokus berikutnya akan tertuju pada CPI, PPI, dan FOMC Minutes untuk melihat apakah pelemahan pasar tenaga kerja benar-benar mampu mengubah arah kebijakan The Fed.
Sumber: Newsmaker.id