
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street bergerak menguat pada perdagangan Jumat setelah laporan tenaga kerja AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan mendorong investor memangkas ekspektasi pengetatan lanjutan Federal Reserve. S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq menguat 1,4%, sementara Dow Jones bertambah lebih dari 300 poin.
Data Non-Farm Payrolls menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 90.000. Data ketenagakerjaan dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah, memperkuat indikasi bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai melambat.
Laporan tersebut langsung mengubah ekspektasi suku bunga. Pasar kini memperkirakan kurang dari satu kali kenaikan suku bunga tambahan sepanjang sisa 2026, karena pelemahan tenaga kerja dapat membuat The Fed lebih berhati-hati dalam memperketat kebijakan moneter.
Sentimen saham juga mendapat dukungan dari penurunan harga minyak yang membantu meredakan tekanan terhadap pasar obligasi. Sektor teknologi dan consumer discretionary menjadi penopang utama, sementara sektor energi bergerak melemah.
Saham teknologi berkapitalisasi besar mencatat kenaikan, dengan Nvidia naik 2,1%, Microsoft 1,1%, Amazon 1,8%, Broadcom 2%, dan Tesla melonjak 3,9%. Meski demikian, secara mingguan S&P 500 masih turun 1,2%, Dow melemah 1,8%, dan Nasdaq kehilangan sekitar 0,8%.
Analisis Newsmaker: NFP yang jauh di bawah ekspektasi menjadi katalis positif bagi Wall Street karena mengurangi tekanan terhadap prospek suku bunga. Namun, pelemahan tenaga kerja juga dapat memunculkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi jika berlanjut. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data inflasi dan komentar pejabat The Fed untuk memastikan apakah perlambatan ekonomi cukup kuat untuk menahan kenaikan bunga berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id