
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
GBP/USD bergerak menguat pada perdagangan Jumat (2/10) setelah dolar AS kehilangan sebagian momentumnya menyusul laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Pelemahan data pekerjaan membuat investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Oktober.
Nonfarm Payrolls AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah perkiraan pasar sekitar 90.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1%, sementara pertumbuhan upah rata-rata melambat menjadi 3,0% secara tahunan. Data tersebut memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum.
Laporan tenaga kerja yang lemah membuat pasar memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Pelaku pasar menempatkan probabilitas sekitar 80% bahwa suku bunga tidak berubah, meningkat setelah rilis NFP. Kondisi ini mengurangi sebagian dukungan terhadap dolar dan memberi ruang bagi pound untuk pulih.
Namun, penguatan GBP/USD masih dibatasi oleh tingginya imbal hasil obligasi AS. Yield Treasury tenor 10 tahun kembali naik ke sekitar 5,28%, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam 24 tahun di sekitar 5,34%. Yield yang tinggi tetap menjadi faktor pendukung dolar meskipun data ketenagakerjaan melemah.
Pasar juga belum sepenuhnya menghapus kemungkinan pengetatan lanjutan The Fed. Inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral, sementara tingginya harga energi akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menjaga tekanan harga tetap tinggi. Karena itu, meskipun kenaikan suku bunga Oktober semakin diragukan, peluang kebijakan yang lebih ketat pada akhir tahun masih menjadi perhatian investor.
Bagi pound sterling, arah pergerakan selanjutnya tidak hanya bergantung pada dolar tetapi juga pada ekspektasi kebijakan Bank of England. Tingginya biaya energi dan kondisi pertumbuhan ekonomi Inggris akan tetap menjadi faktor yang dipantau pasar dalam menilai seberapa jauh BoE dapat mempertahankan kebijakan moneternya.
Secara jangka pendek, GBP/USD berpeluang mempertahankan momentum pemulihan apabila dolar terus melemah dan yield Treasury mulai turun. Sebaliknya, jika inflasi AS kembali menguat atau ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat lagi, dolar berpotensi kembali mendapat dukungan dan membatasi kenaikan pound.(CP)