
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS tetap bertahan kuat di pasar valuta asing pada perdagangan Jumat (2/10) meskipun laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja. Indeks dolar berada di sekitar 101,88 dan masih menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Terhadap euro, dolar bahkan berada di jalur menuju penguatan mingguan keempat, ditopang oleh tingginya yield Treasury AS dan tekanan pada pasar obligasi Eropa.
Euro menjadi salah satu mata uang utama yang paling tertekan. EUR/USD berada di sekitar US$1,1258, dengan euro menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis dan Italia, ditambah lonjakan inflasi energi di zona euro, meningkatkan tekanan terhadap mata uang tunggal. Sementara itu, pound sterling juga masih berada dekat level terendah tiga bulan terhadap dolar dan menuju penurunan mingguan ketiga, meskipun menguat terhadap euro.
Di Asia, yen Jepang masih berada di bawah tekanan dengan USD/JPY sekitar 157,81, meskipun dolar melemah 0,15% pada perdagangan terakhir. Harga energi yang tinggi dan perbedaan imbal hasil dengan AS tetap menjadi faktor yang membebani yen. Franc Swiss justru relatif lebih kuat, dengan dolar turun 0,30% ke sekitar 0,8285 franc. Pergerakan tersebut mencerminkan permintaan terhadap mata uang safe haven di tengah ketidakpastian pasar obligasi global.
Tekanan juga terlihat pada mata uang berbasis komoditas. Dolar Australia sebelumnya turun ke sekitar US$0,6940 setelah data domestik dan prospek suku bunga RBA memengaruhi sentimen, sementara dolar Selandia Baru sempat turun ke sekitar US$0,5618. Dolar Kanada juga melemah ke sekitar C$1,4257 per US$1 dan mencatat pelemahan mingguan, dipengaruhi kombinasi penurunan harga minyak dan pelebaran selisih suku bunga AS–Kanada.
Analisis Newsmaker:
Lemahnya NFP memang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, tetapi belum cukup untuk membalikkan dominasi dolar. Yield Treasury yang tetap tinggi, kekhawatiran fiskal Eropa, serta ketidakpastian harga energi masih memberikan dukungan bagi USD. Selanjutnya, pergerakan EUR, GBP, JPY, CHF, AUD, NZD, dan CAD akan sangat sensitif terhadap arah yield AS, kebijakan bank sentral masing-masing, dan perkembangan inflasi global.
Sumber: Newsmaker.id