
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar Bloomberg melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat dan berada di jalur kenaikan sekitar 1,1% sepanjang pekan. Permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven meningkat di tengah aksi jual obligasi Prancis serta pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve yang kembali membuka ruang bagi kenaikan suku bunga.
Tekanan terhadap pasar obligasi AS turut menopang dolar. Yield Treasury 10 tahun naik satu basis poin menjadi 5,25%, setelah sebelumnya terkoreksi pada Kamis. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, juga menyatakan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan sekitar 50 basis poin atau lebih untuk memastikan tekanan inflasi benar-benar terkendali.
Perhatian pasar kini beralih ke data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi indikator penting bagi prospek kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang kuat dapat menjaga ekspektasi suku bunga tinggi, sementara pelemahan signifikan dapat mengurangi tekanan terhadap bank sentral untuk kembali mengetatkan kebijakan.
Di pasar valuta asing, USD/JPY stabil di 158,14, sementara EUR/USD turun 0,1% ke 1,1235. Inflasi inti Tokyo yang meningkat menjadi 2,7% juga memperkuat perhatian terhadap prospek kenaikan suku bunga Bank of Japan, sehingga perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan yen.
Sementara itu, AUD/USD melemah 0,2% ke 0,6915 dan mencatat penurunan selama lima sesi berturut-turut. GBP/USD juga turun 0,1% ke 1,3184. Pergerakan mata uang tersebut mencerminkan kuatnya dolar AS di tengah meningkatnya perhatian terhadap perbedaan prospek suku bunga global.
Ke depan, arah dolar akan sangat bergantung pada hasil data payrolls AS, perkembangan inflasi, serta komentar pejabat The Fed. Jika data ekonomi menunjukkan ketahanan yang berlanjut, ekspektasi suku bunga tinggi dapat tetap menopang dolar dan yield Treasury, sementara hasil yang lebih lemah dapat mengubah kembali ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.(gn)
Sumber: Newsmaker.id