
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Perekonomian Amerika Serikat tumbuh lebih kuat dari perkiraan pada kuartal II 2026. Produk domestik bruto (PDB) AS tercatat tumbuh pada tingkat tahunan 2,2%, naik 0,7 poin persentase dari estimasi sebelumnya dan menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah kebijakan suku bunga yang masih ketat.
Revisi tersebut terutama mencerminkan peningkatan pada investasi, belanja konsumen, dan pengeluaran pemerintah. Investasi swasta menjadi salah satu pendorong utama, termasuk penguatan investasi tetap nonresidensial. Pembangunan komersial dan fasilitas kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pusat data, memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan.
Dari sisi industri, aktivitas ekonomi ditopang oleh sektor jasa swasta yang tumbuh 2,5% dan sektor barang swasta sebesar 2,3%, sementara kontribusi pemerintah berada di bawah 0,1%. Sektor real estat dan persewaan, informasi, manufaktur barang tahan lama, serta keuangan dan asuransi menjadi kontributor utama pertumbuhan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perekonomian AS masih memiliki daya tahan meskipun menghadapi tekanan dari suku bunga tinggi. Bersama dengan revisi pertumbuhan kuartal I menjadi 2,5%, angka tersebut dapat menjadi pertimbangan penting bagi Federal Reserve dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya, terutama ketika inflasi masih berada di atas target 2%.
Newsmaker melihat, revisi PDB yang lebih kuat dapat mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed akan berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Jika kekuatan ekonomi berlanjut, dolar AS dan yield Treasury berpotensi mendapat dukungan, sementara emas dapat menghadapi tekanan dari meningkatnya peluang suku bunga tetap tinggi. Di sisi lain, ketahanan ekonomi AS dapat menjadi katalis bagi saham, khususnya sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan dan belanja investasi.
Sumber: Newsmaker.id