
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street bergerak menguat pada perdagangan Rabu (30/9) setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 naik sekitar 0,4%, sementara Dow Jones futures menguat sekitar 100 poin. Data tersebut kembali membuka ruang bagi pasar untuk berharap The Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.
Data Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan inflasi utama naik 0,3% pada bulan Agustus, lebih rendah dari ekspektasi 0,4%. Sementara itu, Core PCE meningkat 0,2%, juga di bawah perkiraan 0,3%. Secara tahunan, inflasi PCE berada di 3,4%, lebih rendah dari ekspektasi 3,7%.
Perlambatan tekanan inflasi tersebut langsung mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Pasar kini meramalkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober berada di bawah 40%, turun dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Kondisi ini juga memberikan dukungan terhadap saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.
Sejumlah saham teknologi kapitalisasi besar bergerak positif. Microsoft menguat sekitar 1%, sementara Alphabet dan Apple juga mencatat kenaikan tipis. Saham sektor semikonduktor juga mendapat sentimen positif, dengan Intel menjadi salah satu yang mencatat penguatan paling besar.
Meski demikian, pasar saham masih menghadapi sejumlah risiko. Volatilitas pasar obligasi, harga minyak yang masih tinggi akibat konflik AS-Iran, serta kemungkinan pengetatan kebijakan The Fed kembali pada akhir tahun tetap menjadi perhatian investor. Faktor-faktor tersebut dapat membatasi ruang penguatan saham jika tekanan inflasi kembali meningkat.
Analisis Newsmaker: Data PCE yang lebih lunak memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk bernapas, terutama karena ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober mulai berkurang. Namun, arah Wall Street berikutnya akan tetap bergantung pada data ekonomi dan perkembangan inflasi. Investor kini akan mencermati data tenaga kerja serta kebijakan The Fed untuk melihat apakah momentum positif saham dapat bertahan. (asd)