
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak mentah bergerak stabil setelah mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari sepekan, seiring meningkatnya pasokan dari kawasan Timur Tengah yang mulai mendekati level sebelum konflik. Kontrak Brent paling aktif diperdagangkan di sekitar US$96 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$90 per barel.
Pemulihan pasokan terlihat dari rata-rata ekspor minyak mentah Timur Tengah selama 10 hari yang telah meningkat menjadi sekitar 17,5 juta barel per hari, atau mencapai 98% dari level sebelum konflik, berdasarkan analisis JPMorgan. Arab Saudi juga kembali mengalirkan minyak melalui jalur pipa East-West yang tidak melewati Selat Hormuz dengan volume setidaknya 3,5 juta barel per hari, atau sekitar setengah dari kapasitasnya.
Peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz serta tidak adanya eskalasi baru dari Iran turut meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Selain itu, peluang Amerika Serikat menunda pembatasan ekspor diesel juga memberikan tekanan tambahan terhadap harga. Meski demikian, risiko geopolitik dan potensi kembali memanasnya situasi di sekitar Selat Hormuz menjelang pemilu sela AS membuat harga minyak masih bertahan pada level tinggi.
Dari sisi pasokan global, Goldman Sachs memperkirakan pasar minyak dunia berada dalam kondisi yang relatif seimbang sepanjang September. Ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia, termasuk aliran yang dilakukan secara terselubung, mencapai sekitar 23,3 juta barel per hari dalam sepekan terakhir. Amerika Serikat juga berencana kembali menggunakan cadangan minyak strategis hingga 40 juta barel, memberikan tambahan pasokan bagi pasar global.
Kontrak Brent paling aktif untuk pengiriman Desember naik 0,3% menjadi US$96,47 per barel, sementara Brent November yang akan berakhir pada Rabu naik 0,7% ke US$103,27 per barel. WTI November juga menguat 0,5% menjadi US$89,78 per barel. Meskipun tekanan pasokan mulai mereda, pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik, kebijakan OPEC+, serta kondisi persediaan minyak AS untuk menentukan arah harga selanjutnya.