
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) bergerak dekat level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan terbaru, didukung oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). DXY tercatat naik sekitar 0,2% ke level 101,20, posisi tertinggi sejak 28 Juli.
Penguatan dolar terjadi setelah aksi jual besar-besaran di pasar obligasi AS kembali berlanjut. Yield Treasury tenor 10 tahun naik 5 basis poin ke 5,237%, level tertinggi sejak Juni 2007, sementara yield tenor 30 tahun meningkat ke 5,553%, setelah sebelumnya mencatat level tertinggi sejak Juni 2004. Kenaikan yield tersebut meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar karena investor memperkirakan suku bunga tinggi dapat bertahan lebih lama.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik setelah belum adanya terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan konflik, sementara Tehran menegaskan tidak akan mengubah sejumlah persyaratan terkait pembukaan jalur perdagangan energi tersebut.
Di sisi moneter, pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, kenaikan harga minyak serta data aktivitas bisnis AS yang masih kuat membuat ekspektasi pengetatan tambahan meningkat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan 25 basis poin pada Oktober mencapai sekitar 70%, naik dari 64% sehari sebelumnya dan lebih dari 57% sepekan lalu.
Investor kini menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang dapat menentukan arah kebijakan The Fed berikutnya. Fokus utama pasar tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai indikator inflasi pilihan The Fed pada Rabu, serta laporan tenaga kerja Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat. Dari pasar valuta asing, euro melemah ke US$1,1369, yen berada di sekitar 157,41 per dolar, sementara dolar Australia bergerak turun menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia.
Sumber: Newsmaker.id