
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) mencoba melakukan pemulihan pada perdagangan Selasa, namun kenaikan masih terbatas karena tekanan fundamental tetap membayangi pasar. Emas bergerak di bawah level US$4.150 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh area terendah sejak 4 Agustus di sekitar US$4.100 pada perdagangan Senin.
Pergerakan emas masih menghadapi hambatan dari prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta penguatan dolar AS. Kombinasi faktor tersebut membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Tekanan terhadap emas meningkat setelah The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Bank sentral AS juga menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi yang masih bertahan tinggi, sementara sejumlah pejabat FOMC memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih dapat diperlukan.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober berada di sekitar 70% berdasarkan CME FedWatch Tool. Ekspektasi tersebut meningkat seiring kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, dolar AS masih bertahan dekat level tertinggi dua bulan sehingga membatasi ruang penguatan emas. Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed, terutama terkait inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja.
Sumber: Newsmaker.id