
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Hong Kong bergerak melemah pada perdagangan Selasa (29/9) setelah tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global kembali membebani sentimen investor. Pelemahan juga diperparah oleh berlanjutnya tekanan pada saham teknologi China yang masih menghadapi sentimen negatif dari perkembangan regulasi global.
Indeks Hang Seng turun 118,94 poin atau 0,5% ke level 24.523,57, sementara Hang Seng China Enterprises Index melemah 38,03 poin atau 0,5% menjadi 8.178,81. Pergerakan negatif terjadi seiring investor kembali berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah tingginya biaya pendanaan global.
Harga minyak mentah Brent masih bertahan tinggi di sekitar US$107 per barel akibat belum adanya perkembangan signifikan dalam penyelesaian konflik Timur Tengah. Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan berpotensi membuat suku bunga bertahan pada level tinggi lebih lama.
Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari kenaikan biaya pinjaman global. Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak turun sekitar 0,2%, sementara sebagian besar pasar regional Asia turut berada di bawah tekanan. Di sektor teknologi, saham-saham China masih melemah setelah Amerika Serikat mengambil langkah untuk membatasi penggunaan komponen buatan China dalam pusat data.
Dari sisi korporasi, empat perusahaan melakukan debut perdagangan di Bursa Hong Kong. RoboTechnik Intelligent Technology ditutup turun 5% ke HK$414,40 dibandingkan harga penawaran HK$436. Sementara Direct Drive Tech naik 7% ke HK$23,20, Red Avenue New Materials Group turun 9% ke HK$39,98, dan Shenzhen Kinwong Electronic menguat 10% ke HK$77,05. Investor kini menunggu katalis baru dari perkembangan ekonomi China dan kondisi pasar global.
Sumber: Newsmaker.id