
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 melemah 0,6% dan ditutup pada level 65.481, sementara indeks Topix turun 1,72% ke posisi 4.041 pada perdagangan Selasa(29/9). Penurunan tersebut memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya akibat kenaikan imbal hasil obligasi global dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak inflasi energi terhadap kebijakan moneter.
Kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian investor setelah pejabat Iran dilaporkan mulai meragukan tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat sebelum pemilihan umum sela AS pada November. Ketidakpastian tersebut meningkat setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru dari Tehran terkait pembukaan kembali jalur energi strategis.
Tekanan terhadap pasar saham Jepang juga diperkuat oleh faktor teknikal perdagangan, dengan lebih dari separuh saham konstituen indeks Topix memasuki status ex-dividend. Kondisi tersebut mendorong aksi ambil untung setelah sejumlah saham sebelumnya mencatatkan penguatan.
Dari sisi sektor, saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan cukup signifikan, terutama dari sektor teknologi, keuangan, dan konsumer. SoftBank Group turun 3,4%, Mitsubishi UFJ melemah 3,5%, Sumitomo Mitsui terkoreksi 4%, sementara Toyota Motor turun 3,5% dan Nintendo melemah 1,3%.
Ke depan, investor akan terus mencermati perkembangan harga energi, arah imbal hasil obligasi global, serta prospek kebijakan suku bunga bank sentral utama. Jika tekanan inflasi akibat energi terus meningkat, pasar akan semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang dapat membatasi ruang penguatan saham Jepang dalam jangka pendek.(gn)
Sumber: Newsmaker.id