
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan mata uang AUD/USD bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Selasa dan bertahan sedikit di atas level psikologis 0,7000, mendekati level terendah sejak 4 Agustus. Pergerakan dolar Australia masih terbatas menjelang keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang menjadi perhatian utama investor.
RBA diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin setelah sebelumnya mempertahankan kebijakan tidak berubah dalam dua pertemuan terakhir. Namun, fokus pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, melainkan juga pada pernyataan kebijakan moneter dan komentar Gubernur RBA Michele Bullock mengenai arah kebijakan berikutnya.
Potensi penguatan dolar Australia dari sikap RBA yang lebih hawkish masih menghadapi tantangan dari kuatnya dolar AS. Pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (The Fed) pada Oktober akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.
Kenaikan ekspektasi kebijakan ketat The Fed turut menjaga imbal hasil obligasi AS berada di level tinggi, sehingga mendukung permintaan terhadap dolar AS. Selain itu, ketidakpastian geopolitik global membuat USD tetap diminati sebagai aset safe haven dan membatasi peluang pemulihan AUD/USD.
Di sisi lain, perpanjangan gencatan tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok selama dua bulan memberikan sentimen positif bagi dolar Australia karena hubungan dagang kedua negara memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi Australia. Investor kini menunggu keputusan RBA untuk melihat apakah kebijakan bank sentral mampu menjadi katalis bagi pergerakan AUD/USD.
Secara teknikal, tekanan jual masih membayangi setelah AUD/USD mengalami koreksi selama tiga minggu dari level tertinggi sejak Mei. Pasar akan mencermati apakah pasangan ini mampu bertahan di atas area 0,7000 atau justru mengalami tekanan lanjutan apabila level tersebut berhasil ditembus.(gn)
Sumber: Newsmaker.id