
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) memulai perdagangan pekan ini dengan tekanan besar setelah melemah lebih dari 3%. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.139 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh area US$4.280. Pelemahan terjadi akibat lonjakan imbal hasil Treasury AS dan harga minyak yang masih tinggi di tengah ketidakpastian perkembangan kesepakatan AS–Iran.
Tekanan terhadap emas meningkat setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007 di sekitar 5,27%. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik, sementara penguatan dolar AS semakin membatasi permintaan terhadap logam mulia.
Dari sisi geopolitik, pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS–Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Berbagai laporan mengenai kemungkinan kesepakatan sempat meningkatkan optimisme pasar, namun kembali dibantah oleh pihak Iran sehingga membuat sentimen tetap volatil. Presiden Donald Trump sebelumnya juga menolak proposal Iran terkait pembukaan jalur energi tersebut.
Selain faktor geopolitik, komentar sejumlah pejabat The Fed turut memperkuat tekanan terhadap emas. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada pertemuan Oktober masih terbuka, sementara peluang kenaikan pada Desember semakin besar. Kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menjaga tekanan terhadap aset non-yielding seperti emas.
Investor selanjutnya akan fokus pada rangkaian data ekonomi AS, termasuk JOLTS, ADP Employment Change, Core PCE Price Index, dan Nonfarm Payrolls (NFP). Data tersebut akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed sekaligus memberikan petunjuk apakah tekanan terhadap emas dapat berlanjut atau mulai mereda.
Analisis Newsmaker:
Pergerakan emas saat ini menunjukkan bahwa pasar lebih memprioritaskan faktor suku bunga dibandingkan fungsi safe haven dari risiko geopolitik. Selama yield AS tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bertahan, emas masih menghadapi tekanan. Namun, apabila data tenaga kerja dan inflasi AS menunjukkan pelemahan, peluang perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dapat kembali memberikan dukungan bagi emas.
Sumber: Newsmaker.id