
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
USD/CHF bergerak relatif datar pada perdagangan Kamis (1/10), dengan pasangan mata uang tersebut berada di sekitar 0,8354 setelah sempat mencapai 0,8382. Franc Swiss mendapat dukungan dari kenaikan inflasi domestik, tetapi penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury membatasi ruang penguatan CHF.
Dolar AS tetap kokoh setelah yield Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2002. Tekanan jual di pasar obligasi didorong oleh kekhawatiran inflasi, kenaikan harga energi, serta kondisi fiskal dan utang pemerintah AS.
Data tenaga kerja AS juga menunjukkan ekonomi masih cukup tangguh. Initial Jobless Claims turun menjadi 197 ribu pada pekan hingga 26 September, sementara klaim lanjutan juga menurun. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan signifikan.
Meski demikian, data PCE yang lebih lunak sebelumnya membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober. Peluang kenaikan bulan ini turun menjadi sekitar 36%, tetapi inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat kemungkinan pengetatan tambahan sebelum akhir tahun belum sepenuhnya hilang.
Dari Swiss, inflasi tahunan September meningkat menjadi 1,0% dari 0,8% pada Agustus, sementara harga konsumen secara bulanan tidak berubah. Kenaikan tersebut memberikan sedikit dukungan terhadap franc, namun inflasi masih berada dalam kisaran stabilitas harga Swiss National Bank sebesar 0%-2%. SNB sendiri masih mempertahankan suku bunga kebijakan di 0%.
Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/CHF saat ini masih lebih banyak ditentukan oleh kekuatan dolar dan lonjakan yield AS. Data tenaga kerja yang solid menjaga peluang pengetatan Fed tetap terbuka, sementara inflasi Swiss yang masih terkendali belum memberikan alasan kuat bagi SNB untuk mengubah kebijakan. Selama yield Treasury bertahan tinggi, USD/CHF berpotensi tetap mendapat dukungan, dengan fokus pasar berikutnya tertuju pada Non-Farm Payrolls AS. (asd)
Sumber: Newsmaker.id