
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Franc Swiss (CHF) kembali menguat pada perdagangan Rabu (30/9) setelah dolar AS mulai kehilangan momentum akibat penurunan yield Treasury dan pernyataan yang lebih dovish dari pejabat Federal Reserve. USD/CHF bergerak turun ke sekitar 0,8330, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 16 bulan.
Dari Swiss, sentimen ekonomi justru menunjukkan pelemahan. Indeks ZEW Economic Sentiment turun menjadi 2,6 pada September dari 12,1 pada Agustus, mencerminkan memburuknya ekspektasi ekonomi. Namun, data tersebut belum memberikan tekanan signifikan terhadap franc Swiss yang masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar.
Tekanan terhadap dolar meningkat setelah Presiden New York Fed John Williams mengatakan tidak ada urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga setelah keputusan September. Pernyataan tersebut mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober, dari sekitar 70% menjadi 44%.
Yield Treasury AS juga ikut terkoreksi. Yield Treasury 10 tahun turun sekitar 8 basis poin dalam satu hari, meskipun masih bertahan di atas level 5%. Penurunan yield tersebut mengurangi daya tarik dolar dan memberikan ruang bagi franc Swiss untuk menguat.
Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/CHF saat ini sangat bergantung pada arah yield AS dan ekspektasi kebijakan The Fed. Fokus utama pasar selanjutnya tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai indikator inflasi pilihan The Fed. Data yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali menghidupkan ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara inflasi yang lebih rendah berpotensi memperpanjang tekanan terhadap dolar. (asd)