
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak sedikit melemah pada sesi Asia Rabu(30/9) setelah sebelumnya mencoba pulih dari area US$4.100 per troy ounce, level terendah sejak 5 Agustus. Pergerakan emas masih terbatas karena investor memilih menunggu sejumlah data ekonomi AS sebelum menentukan posisi baru.
Fokus utama pasar tertuju pada PCE AS, indikator inflasi pilihan The Fed, yang dirilis hari ini bersama data final PDB kuartal II. Selanjutnya, pasar juga akan mencermati ISM Manufacturing PMI dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi ekonomi serta arah kebijakan suku bunga AS.
Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan The Fed yang ketat. CME FedWatch menunjukkan peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Namun, penurunan yield Treasury dan lemahnya kepercayaan konsumen AS mulai memberikan ruang bagi emas untuk mempertahankan pemulihan.
Dari sisi geopolitik, ketegangan AS-Iran masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Harapan terhadap kesepakatan damai melemah setelah Presiden Donald Trump menolak proposal gencatan senjata Iran, sementara upaya mediasi Qatar belum menunjukkan kemajuan berarti. Kondisi tersebut tetap menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Ke depan, data PCE dan NFP akan menjadi katalis penting bagi XAU/USD. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan emas, sementara angka yang lebih lemah dapat memberikan ruang bagi logam mulia untuk kembali menguat. Secara teknikal, area US$4.100 menjadi level penting yang perlu diperhatikan pasar.(gn)
Sumber: Newsmaker.id