
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (1/10), dengan penguatan masih terbatas akibat dolar AS yang kuat dan yield Treasury yang tetap tinggi. Spot gold diperdagangkan di sekitar US$4.159,11 per troy ounce, naik sekitar 0,1%, sementara kontrak berjangka emas AS Desember juga menguat sekitar 0,1% ke US$4.189,30 per troy ounce.
Tekanan utama datang dari dolar AS yang tetap kokoh. Dollar Index (DXY) bergerak di sekitar 102,13, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di kisaran 5,25% setelah sebelumnya menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2002. Yield yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Data manufaktur AS juga menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. ISM Manufacturing PMI September turun tipis menjadi 54,5 dari 54,6, tetapi Prices Paid Index melonjak menjadi 77,9 dari 71,1. Kenaikan biaya input tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga masih dapat bertahan.
Pasar tenaga kerja juga tetap solid. Initial Jobless Claims turun menjadi 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 200 ribu, sementara laporan ADP sebelumnya menunjukkan sektor swasta menambah 90 ribu pekerjaan pada September. Kondisi tersebut memberi The Fed ruang untuk tetap mempertahankan kebijakan ketat jika tekanan inflasi berlanjut.
Meski demikian, data PCE yang lebih lunak membuat pasar memangkas peluang kenaikan suku bunga pada Oktober menjadi sekitar 36%, turun tajam dari 70% pada awal pekan. Sentimen ini memberikan sedikit dukungan terhadap emas, meskipun kemungkinan kenaikan bunga sebelum akhir tahun belum sepenuhnya hilang.
Analisis Newsmaker:
Emas saat ini berada di antara dukungan dari berkurangnya ekspektasi kenaikan bunga Oktober dan tekanan dari dolar, yield tinggi, serta ekonomi AS yang tetap kuat. Fokus utama pasar kini tertuju pada Non-Farm Payrolls Jumat, yang berpotensi menjadi katalis besar berikutnya. Data tenaga kerja yang lebih kuat dapat kembali menekan emas, sementara hasil yang lebih lemah berpotensi membuka ruang rebound.
Sumber: Newsmaker.id