
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) setelah penurunan yield obligasi AS membantu meredakan tekanan terhadap logam mulia. Spot gold naik sekitar 0,5% ke US$4.178,10 per troy ounce, setelah sepanjang September mengalami koreksi sekitar 6% akibat lonjakan imbal hasil obligasi.
Yield Treasury AS bergerak turun di sepanjang kurva, termasuk tenor 10 tahun yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002. Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Prancis turut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dan membantu menurunkan tekanan dari pasar obligasi terhadap emas.
Sentimen emas juga mendapat dukungan dari komentar Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson. Ia menilai The Fed mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menentukan apakah kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan kembali pada Oktober.
Namun, risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Harga minyak kembali menembus US$100 per barel, meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat menjaga tekanan harga tetap bertahan dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Ketidakpastian geopolitik AS–Iran juga masih memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven. Kekhawatiran terhadap potensi meningkatnya aktivitas militer di kawasan Teluk membuat investor tetap berhati-hati, meskipun penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas.
Analisis Newsmaker:
Emas mendapat ruang untuk pulih setelah yield Treasury terkoreksi dan komentar pejabat The Fed mengurangi kekhawatiran kenaikan bunga dalam waktu dekat. Namun, harga minyak tinggi dan dolar yang masih kuat membuat pergerakan emas tetap rentan. Fokus utama pasar kini tertuju pada Non-Farm Payrolls AS Jumat, yang dapat menentukan arah ekspektasi suku bunga dan momentum XAU/USD berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id