
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
EUR/USD ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (2/10), setelah dolar AS kehilangan sebagian momentumnya menyusul laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Euro bergerak di sekitar US$1,1258 dan berhasil menjauh dari level terendah 17 bulan yang sempat disentuh pada sesi sebelumnya.
Sentimen terhadap dolar melemah setelah Nonfarm Payrolls September hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah perkiraan sekitar 90.000. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2%, sementara data bulan sebelumnya direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin.
Data yang lemah membuat pasar secara agresif memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Peluang kenaikan suku bunga turun ke sekitar 20%, dibanding sekitar 74% sebelum data dirilis, sehingga menekan daya tarik dolar dan memberi ruang bagi EUR/USD untuk rebound.
Namun, penguatan euro masih terbatas karena yield Treasury AS tetap berada di level tinggi. Yield obligasi AS tenor 10 tahun kembali naik ke sekitar 5,28%, memperpanjang kenaikan mingguan kelima berturut-turut. Tingginya yield tersebut tetap memberikan dukungan bagi dolar dan membatasi kenaikan EUR/USD.
Di sisi Eropa, euro juga masih menghadapi tekanan dari gejolak pasar obligasi dan kekhawatiran fiskal, terutama di Prancis. Spread yield obligasi Prancis terhadap Jerman melebar ke level tertinggi sejak krisis utang zona euro, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal kawasan.
Tekanan inflasi di zona euro turut menjadi perhatian setelah kenaikan harga energi mendorong inflasi menembus 3%. Sejumlah pejabat ECB masih membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat jika tekanan harga bertahan, tetapi kenaikan biaya pinjaman jangka panjang juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Secara mingguan, dolar tetap mencatat penguatan terhadap euro untuk pekan keempat berturut-turut. Ini menunjukkan bahwa rebound EUR/USD pada Jumat belum sepenuhnya mengubah tren jangka pendek. Ke depan, pasangan ini akan sangat sensitif terhadap perkembangan yield Treasury, data inflasi AS, serta sinyal lanjutan dari The Fed mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.(CP)