
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1635 pada perdagangan Kamis (10/9), mempertahankan posisinya di atas level psikologis 1,1600. Euro mendapat dukungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat, sementara pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga European Central Bank (ECB) dan rilis data inflasi produsen AS.
Dolar AS masih kesulitan memperoleh momentum meskipun imbal hasil Treasury AS bergerak tinggi. Indeks dolar sebelumnya bertahan di bawah area 99,00, sehingga memberikan ruang bagi euro dan sejumlah mata uang utama lainnya untuk menguat terhadap greenback.
Perhatian utama pasar Eropa kini tertuju pada pertemuan ECB pada Kamis. Bank sentral tersebut secara luas diperkirakan kembali menaikkan suku bunga di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Konflik AS-Iran yang mendorong Brent menembus US$100 per barel kembali meningkatkan kekhawatiran tekanan harga di kawasan euro.
Ekspektasi kebijakan ECB yang lebih ketat menjadi salah satu faktor yang menopang euro. Namun, karena kenaikan suku bunga telah banyak diperhitungkan pasar, perhatian investor kemungkinan akan lebih tertuju pada pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde mengenai prospek inflasi dan kemungkinan pengetatan lanjutan. Nada yang lebih hawkish berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi EUR/USD.
Dari Amerika Serikat, pasar juga menunggu rilis Producer Price Index (PPI) Agustus pada Kamis dan CPI pada Jumat. Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, memperkuat dolar dan berpotensi menekan EUR/USD. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat kembali melemahkan greenback dan memberi ruang bagi euro untuk bergerak lebih tinggi.
Secara teknikal, kemampuan EUR/USD bertahan di atas 1,1600 menjaga bias jangka pendek tetap positif. Area 1,1685–1,1710 menjadi zona resistance penting berikutnya, sementara penurunan kembali di bawah 1,1600 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam. Dengan keputusan ECB dan inflasi AS berada di depan mata, volatilitas EUR/USD berpotensi meningkat pada perdagangan Eropa hingga Amerika.(CP)