
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro bergerak sedikit lebih tinggi terhadap dolar AS pada perdagangan Asia Kamis (3/9), seiring greenback kehilangan sebagian momentum setelah sempat menguat dalam beberapa sesi terakhir. EUR/USD diperdagangkan di sekitar area US$1,158–US$1,159, sementara investor menunggu rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang dapat menentukan arah kebijakan Federal Reserve.
Tekanan terhadap dolar mulai muncul setelah imbal hasil Treasury AS turun dari level tertingginya, sementara data tenaga kerja swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan ikut memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Kondisi tersebut memberi ruang bagi euro untuk melakukan pemulihan, meskipun kenaikannya sejauh ini masih terbatas.
Dari kawasan Eropa, perhatian pasar hari ini tertuju pada rilis PMI sektor jasa dari beberapa ekonomi utama, termasuk Jerman, Prancis, Italia dan kawasan Eurozone. PMI jasa Eurozone diperkirakan berada di sekitar 51,7, sementara Composite PMI diperkirakan sekitar 52,1. Data yang menunjukkan aktivitas ekonomi tetap ekspansif dapat memberikan tambahan dukungan terhadap euro.
Namun, euro masih menghadapi tantangan dari prospek inflasi dan perbedaan kebijakan moneter antara European Central Bank dan Federal Reserve. Jika data ekonomi AS kembali menunjukkan ketahanan, terutama dari sektor jasa dan pasar tenaga kerja, ekspektasi suku bunga tinggi The Fed dapat kembali menguat dan memberi dukungan kepada dolar.
Di sisi Amerika Serikat, investor menunggu initial jobless claims yang diperkirakan sekitar 205 ribu, serta ISM Non-Manufacturing PMI yang diperkirakan tetap di sekitar 54,1. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengangkat dolar, sementara hasil yang lebih lemah dapat mendorong EUR/USD bergerak lebih tinggi.
Fokus terbesar tetap tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS Jumat. Data tersebut akan menjadi konfirmasi penting apakah pelemahan pasar tenaga kerja mulai meluas atau hanya bersifat sementara. Hingga saat itu, EUR/USD berpotensi bergerak hati-hati dengan volatilitas yang meningkat menjelang rangkaian data utama AS.(CP)