
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (03/09) setelah mengikuti pemulihan Wall Street dan penurunan harga minyak. Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,5%, didukung kenaikan indeks utama Jepang dan Korea Selatan.
Sentimen positif muncul setelah S&P 500 mengakhiri penurunan selama tiga sesi, sementara Nasdaq 100 naik 0,2%. Saham teknologi tetap menjadi perhatian setelah Broadcom memperkirakan penjualan cip kecerdasan buatan akan meningkat pesat dalam dua tahun mendatang.
Harga minyak Brent turun 0,6% ke sekitar US$95,10 per barel setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Trump juga kembali mengeklaim bahwa AS menguasai jalur strategis Selat Hormuz.
Meredanya harga minyak turut menekan imbal hasil Treasury AS setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran inflasi sekaligus memberikan ruang bagi investor untuk kembali memasuki aset berisiko.
Yen diperdagangkan di sekitar 158,83 per dolar setelah sempat menguat hingga 158,22. Pergerakan tajam mata uang Jepang membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lanjutan oleh otoritas.
Penguatan yen dimulai setelah seorang pejabat Bank of Japan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga dalam ukuran besar atau secara beruntun. Sementara itu, perlambatan pertumbuhan tenaga kerja swasta AS meningkatkan perhatian terhadap laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat.
Menurut analisis Newsmaker, penurunan minyak dan yield dapat mempertahankan momentum positif bursa Asia. Namun, data NFP yang terlalu kuat berpotensi kembali mengangkat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sedangkan lonjakan yen dapat menekan saham eksportir Jepang. (asd)
Sumber : Newsmaker.id