
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Saham Amerika Serikat bergerak campuran pada perdagangan Rabu (2/9) setelah mencatat pelemahan pada awal pekan. Investor masih menilai bagaimana aktivitas ekonomi dapat bertahan di tengah kondisi keuangan yang semakin ketat.
Indeks S&P 500 bergerak datar, mencerminkan tarik-menarik antara penguatan Dow Jones sebesar 0,4% dan pelemahan Nasdaq 100 sebesar 0,5%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih belum memiliki arah yang kuat.
Sentimen tetap dibayangi ketegangan AS-Iran setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan. Laporan mengenai kapal tanker yang terkena serangan di dekat Selat Hormuz juga menjaga kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Risiko inflasi dari perang tersebut semakin diperbesar oleh defisit publik yang tinggi dan lonjakan penerbitan utang korporasi. Kondisi ini mendorong yield obligasi pemerintah naik di sepanjang kurva dan menekan saham-saham dengan valuasi tinggi.
Sektor teknologi masih menjadi beban utama. Marvell, Palantir, dan Seagate masing-masing turun lebih dari 2%, sementara Palo Alto Networks anjlok 7% meskipun mencatat kinerja laba yang lebih baik dari perkiraan.
Analisis Newsmaker: Wall Street masih berada dalam fase rapuh karena investor menghadapi kombinasi risiko geopolitik, yield tinggi, dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat. Namun, tekanan pasar tidak sepenuhnya merata karena Dell melonjak 10% setelah mengalahkan ekspektasi laba dan menaikkan proyeksi pendapatan, sementara Nvidia naik 1% di tengah kabar pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi Hugging Face senilai US$14 miliar. Selama Nasdaq masih tertekan, reli Wall Street berpotensi tertahan, meski saham dengan katalis kuat tetap bisa bergerak positif. (asd)
Sumber: Newsmaker.id