
Trending
usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang mempertahankan penguatannya pada perdagangan Kamis (3/9), setelah sempat melonjak secara tiba-tiba pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin melakukan pengecekan nilai tukar atau rate check, sekaligus menekan dolar AS menjelang rilis data tenaga kerja utama Amerika Serikat.
Yen terakhir bergerak stabil di sekitar 158,88 per dolar AS, setelah melonjak sekitar 0,9% pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan yang terjadi dalam waktu relatif singkat membuat pelaku pasar kembali waspada terhadap kemungkinan intervensi resmi dari Tokyo untuk menopang mata uang Jepang.
Penguatan yen juga terjadi terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Euro melemah sekitar 1% terhadap yen pada Rabu, sementara pound sterling turun sekitar 1,15%. Keduanya masih berada dalam tekanan pada awal perdagangan Asia Kamis.
Strategis mata uang Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, menilai pergerakan sekitar 0,9% tersebut belum cukup besar untuk menunjukkan adanya intervensi langsung. Namun, sebagian pelaku pasar menduga kenaikan yen mungkin dipicu oleh rate check, yaitu langkah ketika otoritas menghubungi pelaku pasar untuk menanyakan harga valuta asing yang dapat menjadi sinyal awal sebelum kemungkinan intervensi.
Sejak intervensi pembelian yen bersama yang jarang terjadi antara Amerika Serikat dan Jepang pada 31 Juli, mata uang Jepang masih kesulitan mempertahankan penguatan secara konsisten. Yen terus menghadapi tekanan akibat selisih suku bunga yang masih lebar, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang, serta kembali melonjaknya harga energi.
Di pasar mata uang global, penguatan yen ikut membuat dolar AS berada dalam tekanan. Euro bergerak sedikit lebih tinggi ke sekitar US$1,1589, sementara pound sterling mencoba bangkit dari level terendah tiga minggu dan berada di sekitar US$1,3482.
Dolar Selandia Baru juga menguat tipis sekitar 0,07% ke US$0,5856, setelah sebelumnya melemah 0,67% menyusul kenaikan suku bunga bernada dovish dari bank sentral Selandia Baru. Sementara itu, dolar Australia bertahan dekat level tertinggi lebih dari tiga bulan di sekitar US$0,7166.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id