
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS berbalik melemah pada perdagangan Rabu (2/9) setelah lonjakan tajam yen memaksa greenback menghapus kenaikan intraday. DXY turun 0,11% ke sekitar 99,55 setelah sebelumnya menyentuh 99,86, level tertinggi sejak 14 Agustus.
Yen menguat hampir 1% dengan USD/JPY terjun ke sekitar 158,80 setelah sempat mendekati level psikologis 160. Cepatnya penguatan tersebut memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang melakukan intervensi atau pengecekan kurs, meski belum terdapat konfirmasi resmi.
Pelemahan dolar meluas setelah data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus. Angka itu berada di bawah perkiraan 47.000 dan melambat dari kenaikan 46.000 pekerjaan pada Juli.
Tekanan terhadap dolar berpotensi terbatas karena pasar masih melihat peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga tetap tinggi di sekitar 4,79%, sementara investor menunggu laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat.
Analisa Newsmaker: DXY dapat kembali menguat apabila NFP solid dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat. Sebaliknya, data tenaga kerja yang mengecewakan atau konfirmasi intervensi Jepang berpotensi menekan dolar lebih lanjut, memperkuat yen, dan memberikan ruang penguatan bagi emas. (arl)
Sumber : Newsmaker.id