
Trending
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas menguat sekitar 1,3% ke kisaran US$4.385 per troy ounce pada perdagangan Rabu (2/9). Emas berjangka AS turut naik 0,8% ke sekitar US$4.432 setelah logam mulia tersebut sebelumnya menyentuh level terendah hampir satu bulan.
Penguatan emas didukung pelemahan Indeks Dolar AS sebesar 0,12% ke sekitar 99,52. Dolar tertekan setelah yen menguat tajam dan memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang melakukan intervensi atau pemeriksaan kurs, meski belum ada konfirmasi resmi.
Data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan 47.000 dan capaian Juli sebesar 46.000. Pelemahan pasar tenaga kerja membuat investor lebih berhati-hati mempertahankan posisi beli dolar.
Namun, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun masih bertahan tinggi di sekitar 4,78%. Beige Book The Fed juga menunjukkan aktivitas ekonomi tumbuh moderat, lapangan kerja meningkat tipis, dan harga mengalami kenaikan di delapan distrik.
Ketegangan AS–Iran turut menopang permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak meningkatkan risiko inflasi. WTI bergerak sekitar US$90,51 per barel dan Brent berada di kisaran US$95,12, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September masih berada di sekitar dua pertiga.
Analisa Newsmaker : emas berpeluang menguji area US$4.400 apabila dolar dan yield Treasury melanjutkan penurunan. Namun, penguatan kembali dolar atau data Nonfarm Payrolls yang solid dapat menekan emas menuju US$4.350 hingga US$4.300. (arl)
Sumber : Newsmaker.id